Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.
Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.
Mencintai adalah masalah yang penting bagi manusia
Bila kita mampu mengurai cinta,
Maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu
Itulah kenyataan cinta ...
Memperlihatkan cinta adalah suatu kepicikan
Dibanding sesuatu yang agung, yang tersembunyi dibalik cinta
Cinta memang tidak mudah untuk dimengerti ...
Seseorang selalu membutuhkan orang lain
Untuk membantu memahami bagian dari diri kita.
Untuk menyingkap bagian yang tersembunyi dari diri mereka.
Dan untuk percaya dan memahami bagian yang terbaik dari mereka
Ketika kita membantu orang lain.
Kita tidak boleh menyembunyikan apa yang kita ketahui tentangnya
Kita tidak boleh hanya menjadi telinga bagi mereka.
Ketika tangan kehidupan terasa gelap dan malam tak bernyanyi
Itu adalah waktu untuk cinta dan kepercayaan
Dan tangan kehidupan akan bersinar dan bernyanyi
Bila seseorang mencintai dan mempercayai seutuhnya.
Kasih ... kekuatan apakah yang menggerakkanku dalam badai
Mengapa aku menjadi lebih baik dan lebih kuat
Serta lebih yakin pada kehidupan saat badai menerjang
Aku tak mengerti dan sekarang aku menjadi lebih mencintai dirimu
Dari apapun yang ada di alam ini.
Sejak pertama kulihat engkau,
Hal yang paling mendalam yang kurasakan adalah
Kejujuran, kecerdasan dan kehangatan dirimu.
Kini, pun sama hanya seribu kali lebih dalam dan lebih lembut.
Aku mencintaimu sebelum kita berdekatan,
Sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir.
Kita akan selalu bersama ...
Dan tidak ada yang akan memisahkan kita
Amien ... ... ...
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.
Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekedranya, mungkin saja dia akan menjadi orang yang
kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah terhadap orang yang kamu benci itu sekedarnya,
barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.
Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena pada hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia.
Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasihNya jua kau dan dia dipisahkan
bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir kebesaranNya itu ?
Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumah tangga aman damai, tetapi penerimaan dan tanggung jawab
adalah asas utama kebahagiaan rumah tangga. Cinta hanya sebuah keindahan perasaan,
cinta akan bertukar menjadi tanggung jawab apabila terbinanya sebuah rumah tangga.
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.
Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan,
oleh karena itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.
Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berubah menjadi putus asa.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.
Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.
Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.
Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.
Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
Rabu, 09 Maret 2011
Senin, 28 Februari 2011
Menghidupkan Cinta Yang Mati
Memelihara cinta lebih baik daripada menghidupkan cinta yang mati, karena itu suatu pekerjaan yang tidak mudah. Memerlukan pergumulan dan proses atau tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, dan memerlukan komitmen yang luar biasa tingginya, tanpa komitmen yang tinggi, maka akan ambruk di tengah jalan.Rupanya cinta itu seperti tumbuhan, namun ada pula yang mengatakan bahwa cinta itu seperti bara api, yang suatu saat kelihatan berkembang, tumbuh dengan baik tetapi ada waktunya juga itu padam atau bahkan tidak ada gairah lagi untuk mencintai suami atau istri, itu menjadi suatu fakta kehidupan yang harus kita akui.
Tanda bahwa cinta kasih itu sudah mati:
1.
Inilah yang coba kita pikirkan pada kesempatan ini.Tidak ada lagi perasaan mempedulika, memprihatinkan, mau bersama dengan orang yang dulu kita kasihi itu.
Inilah yang coba kita pikirkan pada kesempatan ini. Kalau boleh saya mengibaratkan cinta itu sebagai sebuah pohon, jadi yang akan mematikan cinta itu adalah dua hal.
1.
Yang pertama pohon tersebut kekurangan pupuk, karena kekurangan pupuk maka akhirnya lama-lama dia kering ya tidak akan bertumbuh dengan sehat. Yang diibaratkan dengan kekurangan pupuk itu, di dalam kehidupan sehari-hari nyatanya seperti begini: misalkan kita benar-benar menganggap pasangan kita itu bisa sibuk dengan sendirinya, sehingga kita tidak lagi berkewajiban melakukan hal-hal yang diinginkannya yang menyenangkan hatinya, yang menggairahkan hatinya.
2.
Yang kedua pohon tersebut diserang oleh hama, oleh hal-hal yang merusakkan pohon tersebut, jadi cinta kasih akhirnya bisa mati karenanya. Ada perlakuan yang merusakkan hubungan cinta itu. Faktor-faktor yang bisa mematikan cinta adalah perlakuan yang menyakitkan hati, perlakuan yang menusuk perasaan pasangan kita.
Kita bisa lihat, dalam hubungan yang sehat tidak berarti bebas dari konflik atau bebas dari hal-hal yang akan menjengkelkan hati, itu selalu akan ada. Namun dalam hubungan yang sehat cinta kasih kuat, cinta kasih itu benar-benar berpengaruh untuk mengusir pergi kejengkelan-kejengkelan itu. Penulis buku konseling pernikahan yang bernama Dellast dan Ruby Vricent mengakui proses merestorisasi hubungan kasih yang sudah mati itu melewati waktu yang panjang. Dalam perkiraan mereka bahkan dengan terapi keluarga yang intensif itu memerlukan waktu sekitar setahun, jadi waktu yang tidak main-main. Ada beberapa tahapan yang akan dan harus dilalui oleh pasangan. Pertama-tama mereka memberikan penjelasan kepada para pasangan yang sedang bermasalah, bahwa sebetulnya perasaan cinta mereka itu sangat bergantung pada persepsi. Apakah pasangan kita itu sungguh-sungguh ingin dan mampu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional kita. Atau kalau saya terjemahkan dengan lebih bebas, apakah pasangan kita itu mampu dan ingin berubah, perasaan cinta bergantung pada persepsi atau pandangan tersebut.
Ada tahapan yang harus mereka lalui sewaktu mereka berkeinginan untuk memperbaiki pernikahan tersebut.
1.
Tahapan yang pertama adalah yang disebut oleh Nyonya dan Tuan Vricent ini yaitu keragu-raguan akan ketulusan. Jadi sewaktu suami kita mulai berubah reaksi pertama kita adalah kita bertanya apakah dia sungguh ingin berubah, jadi kita mempertanyakan motivasinya apakah sungguh-sungguh dia ingin berubah.
2.
Tahapan yang kedua yang akan menghadang dia adalah dia bertanya atau dia meragukan apakah engkau sanggup berubah.
3.
Tahapan yang ketiga si istri menuntut bukti yang lebih banyak, ini yang seringkali membuat pasangannya atau suaminya frustasi.
Matius 22:39, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kaitannya dengan peristiwa-peristiwa cinta kasih yang telah mati ini, Tuhan meminta dan memerintahkan kita untuk mengasihi. Tolok ukurnya adalah seperti kita mengasihi diri sendiri. Bukankah kita orang yang lumayan sabar dalam mengasihi diri kita sendiri, kita adalah orang yang cenderung menoleransi kelemahan diri kita dan akhirnya tetap menyayangi diri. Gunakanlah tolok ukur ini untuk mengasihi orang lain, sabarlah, toleransilah terhadap kelemahannya.
Tanda bahwa cinta kasih itu sudah mati:
1.
Inilah yang coba kita pikirkan pada kesempatan ini.Tidak ada lagi perasaan mempedulika, memprihatinkan, mau bersama dengan orang yang dulu kita kasihi itu.
Inilah yang coba kita pikirkan pada kesempatan ini. Kalau boleh saya mengibaratkan cinta itu sebagai sebuah pohon, jadi yang akan mematikan cinta itu adalah dua hal.
1.
Yang pertama pohon tersebut kekurangan pupuk, karena kekurangan pupuk maka akhirnya lama-lama dia kering ya tidak akan bertumbuh dengan sehat. Yang diibaratkan dengan kekurangan pupuk itu, di dalam kehidupan sehari-hari nyatanya seperti begini: misalkan kita benar-benar menganggap pasangan kita itu bisa sibuk dengan sendirinya, sehingga kita tidak lagi berkewajiban melakukan hal-hal yang diinginkannya yang menyenangkan hatinya, yang menggairahkan hatinya.
2.
Yang kedua pohon tersebut diserang oleh hama, oleh hal-hal yang merusakkan pohon tersebut, jadi cinta kasih akhirnya bisa mati karenanya. Ada perlakuan yang merusakkan hubungan cinta itu. Faktor-faktor yang bisa mematikan cinta adalah perlakuan yang menyakitkan hati, perlakuan yang menusuk perasaan pasangan kita.
Kita bisa lihat, dalam hubungan yang sehat tidak berarti bebas dari konflik atau bebas dari hal-hal yang akan menjengkelkan hati, itu selalu akan ada. Namun dalam hubungan yang sehat cinta kasih kuat, cinta kasih itu benar-benar berpengaruh untuk mengusir pergi kejengkelan-kejengkelan itu. Penulis buku konseling pernikahan yang bernama Dellast dan Ruby Vricent mengakui proses merestorisasi hubungan kasih yang sudah mati itu melewati waktu yang panjang. Dalam perkiraan mereka bahkan dengan terapi keluarga yang intensif itu memerlukan waktu sekitar setahun, jadi waktu yang tidak main-main. Ada beberapa tahapan yang akan dan harus dilalui oleh pasangan. Pertama-tama mereka memberikan penjelasan kepada para pasangan yang sedang bermasalah, bahwa sebetulnya perasaan cinta mereka itu sangat bergantung pada persepsi. Apakah pasangan kita itu sungguh-sungguh ingin dan mampu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional kita. Atau kalau saya terjemahkan dengan lebih bebas, apakah pasangan kita itu mampu dan ingin berubah, perasaan cinta bergantung pada persepsi atau pandangan tersebut.
Ada tahapan yang harus mereka lalui sewaktu mereka berkeinginan untuk memperbaiki pernikahan tersebut.
1.
Tahapan yang pertama adalah yang disebut oleh Nyonya dan Tuan Vricent ini yaitu keragu-raguan akan ketulusan. Jadi sewaktu suami kita mulai berubah reaksi pertama kita adalah kita bertanya apakah dia sungguh ingin berubah, jadi kita mempertanyakan motivasinya apakah sungguh-sungguh dia ingin berubah.
2.
Tahapan yang kedua yang akan menghadang dia adalah dia bertanya atau dia meragukan apakah engkau sanggup berubah.
3.
Tahapan yang ketiga si istri menuntut bukti yang lebih banyak, ini yang seringkali membuat pasangannya atau suaminya frustasi.
Matius 22:39, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kaitannya dengan peristiwa-peristiwa cinta kasih yang telah mati ini, Tuhan meminta dan memerintahkan kita untuk mengasihi. Tolok ukurnya adalah seperti kita mengasihi diri sendiri. Bukankah kita orang yang lumayan sabar dalam mengasihi diri kita sendiri, kita adalah orang yang cenderung menoleransi kelemahan diri kita dan akhirnya tetap menyayangi diri. Gunakanlah tolok ukur ini untuk mengasihi orang lain, sabarlah, toleransilah terhadap kelemahannya.
Langganan:
Postingan (Atom)